Ads 468x60px

Featured Posts

Rabu, 22 Oktober 2014

PERSITA Prioritaskan Akademi



Tangerang (ANTARA News) - Persita Tangerang, Banten, mengutamakan merekrut pemain junior yang merupakan hasil pembinaan secara matang selama beberapa tahun terutama bagi usia 21 tahun.

"Sesuai arahan dari pembina bahwa pemain U-21 harus masuk tim pada kompetisi Divisi Utama 2015," kata Manajer Umum Persita Eka Wibayu di Tangerang, Senin.

Dia mengatakan pemain U-21 Persita seperti Ganjar Mukti, Dibyo Previan dan Zikri Akbar harus dapat prioritas pembinaan bersamaan dengan pemain senior.

Demikian pula pemain junior lainnya seperti Yogi Tiana, Jalwandi dan Harri Abrian diharapkan dapat bergabung dengan tim berjuluk Pendekar Cisadene tersebut.

Saat ini manajemen Persita sedang melakukan seleksi terhadap sejumlah pemain untuk memperkuat tim melalui pelatih.

Eka mengatakan pembina Persita Ahmed Zaki Iskandar yang juga Bupati Tangerang telah memberikan amanat kepada manajemen bahwa pemain junior yang berprestasi jangan sampai hengkang ke tim lain.

Bahkan pemain senior dari daerah lain saat ini sudah merapat untuk memperkuat Persita pada musim kompetisi 2015.

"Harus ada kombinasi pemain senior dengan junior agar tim ini solid dan diupayakan untuk mengurangi pemain asing," katanya.

Padahal sebelumnya, manajemen Persita mengincar pelatih nasional Bambang Nurdiansyah karena kinerjanya dinilai baik dan setara dengan pelatih asing.

Hal itu disebabkan tim menargetkan kembali untuk dapat merumput pada Indonesia Super Leage (ISL).

Eka mengatakan sebelumnya manajemen memang pernah merekrut pelatih asal Moldova, Arcan Iurie dan Fabio Oliveira (Brazil).

Persija Jakarta Incar Trio Persita Tangerang


Persija Jakarta semakin gencar memburu pemain baru untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Kali ini, yang menjadi incaran tim Macan Kemayoran adalah trio pemain Persita Tangerang. Siapa saja ketiga punggawa Persita yang dibidik Persija tersebut?
Adalah striker berbakat Sirvi Arvani, kiper muda Yogi Triana, dan penyerang lincah asal Jepang Kenji Adachihara, yang masuk radar tim ibukota. Wakil Presiden Klub Persija, Asher Siregar, mengakui ketiga pemain Persita itu layak memperkuat tim Macan Kemayoran untuk musim depan.
Namun, sebelum melakukan aktivitas belanja pemain, Persija Jakarta masih menunggu kehadiran pelatih baru sebagai pengganti Benny Dollo yang telah didepak. Sampai sekarang, belum ada kepastian siapa pelatih anyar yang bakal menukangi Persija.
“Ketiga pemain ini bisa masuk pertimbangan. Mereka berpeluang untuk direkomendasikan jika memang masuk kriteria pelatih baru,” ungkap Asher Siregar mengenai tiga pemain Persita incaran Persija, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sejauh ini, cukup banyak pemain yang menjadi bidikan Persija selain ketiga punggawa Persita Tangerang tersebut. Dari Esteban Vizcarra (Semen Padang), Patrich Wanggai (PKNS Malaysia), Fauzi Toldo (Sriwijaya FC), David Laly (Pelita Bandung Raya), hingga ingin memulangkan Bambang Pamungkas yang musim ini memperkuat PBR.
Persija juga dikabarkan sedang membibik tiga pemain Timnas Indonesia U23 di Asian Games 2014 lalu, yakni Bayu Gatra (Putra Samarinda), Fandi Eko Utomo (Persebaya Surabaya), dan Mohammad Zaenuri (Pra PON Jawa Timur).

Ini Dia Langkah Persita Tangerang untuk Musim Depan


Tangerang  - Persita Tangerang untuk musim depan harus turun ke kasta Divisi Utama, target promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim depan merupakan tekad yang diemban oleh manajemen pada musim depan. Untuk membentuk skuat yang baru, manajemen Pendekar Cisadane akan mengutamakan merekrut pemain junior yang merupakan hasil pembinaan.

Manajer Umum Persita Eka Wibayu menegaskan umur yang dipatok untuk skuat Persita adalah dibawah 21 tahun. Dia mengatakan pemain U-21 Persita seperti Ganjar Mukti, Dibyo Previan dan Zikri Akbar harus dapat prioritas pembinaan bersamaan dengan pemain senior.


"Sesuai arahan dari pembina bahwa pemain U-21 harus masuk tim pada kompetisi Divisi Utama 2015," kata Manajer Umum Persita Eka Wibayu di Tangerang.


Saat ini manajemen Persita sedang melakukan seleksi terhadap sejumlah pemain untuk memperkuat tim. Eka menambahkan skuat pada musim depan harus diupayakan ada kombinasi antara pemain muda dan senior.


"Harus ada kombinasi pemain senior dengan junior agar tim ini solid dan diupayakan untuk mengurangi pemain asing," katanya.

Manajemen Persita sekarang juga sedang mengincar pelatih nasional Bambang Nurdiansyah karena kinerjanya dinilai baik dan setara dengan pelatih asing.

Aldi Al Achya mengaku, memilih untuk bertahan di Persita Tangerang.





Pemain depan Persita Tangerang U-21, Aldi Al Achya mengaku, memilih untuk bertahan di Persita Tangerang.


"Saya masih merasa nyaman di Persita. Jadi kalau disuruh memilih, saya pinginnya tetap merumput bersama Persita. Tetapi semuanya saya serahkan kepada keputusan dari manajemen," kata Aldi kepada Harian Super Ball, Minggu (19/10/2014).


Ketika ditanya apakah soal tawaran dari klub lain, Aldi mengaku, sampai saat ini belum mendapat tawaran dari klub mana pun.


Namun tidak menutup kemungkinan Aldi pindah ke klub lain, jika ada tawaran dari klub yang lebih baik lagi. "Yah sebagai pemain muda tentunya, saya jelas ingin merasakan merumput ke klub lain. Tetapi sampai sekarang belum ada tawaran dari klub mana pun," terang Aldi.

Jumat, 26 September 2014

Berharap Persita Balik ke Stadion Benteng

TANGERANG – Desakan agar Persita bisa bermarkas di Stadion Benteng, semakin kuat. Pendukung Persita yang tergabung dalam Laskar Benteng Viola (LBV) meminta jajaran pengurus dan manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane melakukan upaya serius. Yakni, meyakinkan pihak kepolisian Polrestro Tangerang dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, tidak ada masalah Persita balik ke kandangnya.
“Kuncinya ada di pihak kepolisian dan MUI. Jika manajemen dan pengurus bisa meyakinkan mereka, kami rasa Persita bisa main di Benteng lagi,” ungkap salah satu pentolan LBV, Andrian Jabrix.
Lebih lanjut Jabrix mengatakan, Viola tidak hanya menuntut pengurus dan manajemen. Tetapi, Viola juga akan berusaha ikut meyakinkan pihak kepolisian terkait keinginan tim Ungu bermarkas di Stadion Benteng lagi. “Kami sadar kalau masalah Persita tak bisa main di Benteng, juga gara-gara kami,” akunya.
“Makanya, kami juga akan ikut membantu meyakinkan pihak-pihak terkait. Kami juga berencana melakukan audensi dengan pihak kepolisian,” sambung Jabrix. Ya, pihak kepolisian Polrestro Tangerang bukan tanpa alasan tak mengeluarkan izin buat Persita menggelar pertandingan di Stadion Benteng.
Pihak kepolisian gerah setelah kerap terjadi keributan antarsuporter di Tangerang setelah menyaksikan pertandingan di Stadion Benteng. Ironisnya, dari keributan itu tak jarang timbul korban. Karena ulah suporter Persita dan Persikota dianggap sudah meresakan masyarakat, MUI pun mengeluarkan fatwa “Haram Pertandingan Sepak Bola” di Tangerang.
“Sekarang situasinya sudah berbeda. Empat tahun tidak ada pertandingan sepak bola di Tangerang, membuat kami jadi lebih dewasa,” kata Jabrix. Suporter Persikota juga diyakini sudah bisa bersikap dewasa. Sebab, keributan antarsupoter membuat semua klub di Tangerang jadi terpuruk.
Persikota terdegradasi ke Liga Nusantara, sedangkan Persita lengser dari kompetisi kasta tertinggi. “Kami terus mencoba komunikasi dengan pengurus Betman (Benteng Mania, supoter Persikota). Mereka juga berharap klub di Tangerang ini bangkit dan kembali meraih kejayaannya,” pungkasnya.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2014/09/berharap-persita-balik-ke-stadion-benteng.html#sthash.hAwbqrgc.dpuf