Ads 468x60px

Featured Posts

Jumat, 26 September 2014

Berharap Persita Balik ke Stadion Benteng

TANGERANG – Desakan agar Persita bisa bermarkas di Stadion Benteng, semakin kuat. Pendukung Persita yang tergabung dalam Laskar Benteng Viola (LBV) meminta jajaran pengurus dan manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane melakukan upaya serius. Yakni, meyakinkan pihak kepolisian Polrestro Tangerang dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, tidak ada masalah Persita balik ke kandangnya.
“Kuncinya ada di pihak kepolisian dan MUI. Jika manajemen dan pengurus bisa meyakinkan mereka, kami rasa Persita bisa main di Benteng lagi,” ungkap salah satu pentolan LBV, Andrian Jabrix.
Lebih lanjut Jabrix mengatakan, Viola tidak hanya menuntut pengurus dan manajemen. Tetapi, Viola juga akan berusaha ikut meyakinkan pihak kepolisian terkait keinginan tim Ungu bermarkas di Stadion Benteng lagi. “Kami sadar kalau masalah Persita tak bisa main di Benteng, juga gara-gara kami,” akunya.
“Makanya, kami juga akan ikut membantu meyakinkan pihak-pihak terkait. Kami juga berencana melakukan audensi dengan pihak kepolisian,” sambung Jabrix. Ya, pihak kepolisian Polrestro Tangerang bukan tanpa alasan tak mengeluarkan izin buat Persita menggelar pertandingan di Stadion Benteng.
Pihak kepolisian gerah setelah kerap terjadi keributan antarsuporter di Tangerang setelah menyaksikan pertandingan di Stadion Benteng. Ironisnya, dari keributan itu tak jarang timbul korban. Karena ulah suporter Persita dan Persikota dianggap sudah meresakan masyarakat, MUI pun mengeluarkan fatwa “Haram Pertandingan Sepak Bola” di Tangerang.
“Sekarang situasinya sudah berbeda. Empat tahun tidak ada pertandingan sepak bola di Tangerang, membuat kami jadi lebih dewasa,” kata Jabrix. Suporter Persikota juga diyakini sudah bisa bersikap dewasa. Sebab, keributan antarsupoter membuat semua klub di Tangerang jadi terpuruk.
Persikota terdegradasi ke Liga Nusantara, sedangkan Persita lengser dari kompetisi kasta tertinggi. “Kami terus mencoba komunikasi dengan pengurus Betman (Benteng Mania, supoter Persikota). Mereka juga berharap klub di Tangerang ini bangkit dan kembali meraih kejayaannya,” pungkasnya.
- See more at: http://www.indopos.co.id/2014/09/berharap-persita-balik-ke-stadion-benteng.html#sthash.hAwbqrgc.dpuf

Selasa, 11 Maret 2014

Mohon Demi Keamanan Agar Tidak Ke GBK


Surat Resmi Dari Pihak Kepolisian Perihal Larangan Laskar Benteng Viola Untuk Hadir Menontong Langsung Pertandingan PERSIJA vs PERSITA di Stadion Utama Gelora Bung Karno Malam Nanti. Semoga Di Perhatikan dan Tidak Di Langgar Karena Keamanan Kalian Tidak Bisa Di Pertanggung Jawabkan .

Minggu, 09 Maret 2014

Demi Keamanan Viola Tidak Di Perbolehkan Hadir di SUGBK


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laga Persija Jakartamelawan Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (12/3/2014), dapat disaksikan penonton.

Kepolisian Polda Metro Jaya memberikan rekomendasi izin keramaian kepada pihak panitia pelaksana pertandinganPersija Jakarta. Namun, laga ini hanya dapat disaksikan suporter tuan rumah, sementara suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir.

Kesepakatan itu tercapai setelah rapat koordinasi di Polda Metro Jaya antara pihak kepolisian, panpel pertandingan, dan perwakilan suporter kedua kesebelasan.

"Kami bersyukur mendapat rekomendasi menggelar laga. Tetapi di dalam surat izin ada catatan, yaitu pertandingan dapat disaksikan penonton tanpa suporter Persita," ujar Ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta, Hanifditya dalam konferensi pers di kantor PT Persija Jaya, Jakarta, Selasa (11/3/2014) sore.

Selain dilarang menyaksikan secara langsung laga di stadion, suporter Persita Tangerang tidak diperbolehkan hadir di sekitar stadion.
"Waktu melakukan rapat koordinasi di Polda Metro, perwakilan suporter Persita Tangerang (Laskar Benteng Viola) hadir.
Mereka diimbau tidak datang ke SUGBK dan hanya menyaksikan laga melalui siaran televisi," kata Hanifditya.

Rabu, 05 Maret 2014

Persita Tangerang U-21 Kebanjiran Seleksi Pemain


TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Jelang digelarnya kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2013/2014, Persita Tangerang U-21 sedang fokus melakukan seleksi pemain.
Jumlah peserta membludak sampai mencapai 400 pemain. Jumlah ini meningkat dibanding seleksi pada tahun lalu yang hanya mencapai 200 orang.
Pelatih Persita Tangerang U-21, Wiganda Saputra mengatakan, seleksi sudah dilakukan sejak tanggal 24 Februari 2014 di Stadion Benteng, Kabupaten Tangerang. Pelaksanaannya hanya sampai Jumat (28/2/2014).
Melihat jumlah peserta yang membludak, Wiganda mengaku kaget. "Saat datang ke Stadion Benteng, saya kaget membludaknya jumlah peserta seleksi. Suasananya mirip seleksi Indonesian Idol. Peserta seleksi berasal dari seluruh Indonesia," kata Wiganda kepada Super Ball, Kamis (27/2/2014).
Menurut Wiganda, meningkatnya jumlah peserta seleksi disebabkan penyatuan kompetisi musim ini.
"Berakhirnya dualisme di sepak bola kita, sepertinya membuat pemain-pemain muda di Indonesia bersemangat untuk mencoba peruntungan masuk ke dalam klub-klub peserta LSI. Mereka ingin menjadi bagian tim-tim besar untuk berkompetisi. Ini merupakan angin segar bagi perkembangan sepak bola kita," ujar Wiganda.

Minggu, 02 Maret 2014

Leo Saputra Kembali ke Persita



Eks bek Persebaya, Leo Saputra, berterima kasih pada manajemen Persita Tangerang. Ini disampaikan lantaran mau menerimanya kembali.

Diterimanya Leo usai dilepas Persebaya pada menit-menit akhir pendaftaran pemain pada Jumat (28/2). Selain Leo, Persebaya juga melepas Patrice Nzekou.

“Saya memang punya hubungan baik dan selalu menjalin komunikasi. Dengan pak Rully misalnya, ia juga peduli,” kata Leo kepada SportSatu, Minggu (2/3).

Leo mengaku tak bisa berbuat apa-apa andai Persita tak kembali merekrutnya. Istirahat dari kompetisi, menurutnya, bisa saja menjadi pilihan.

“Sebenarnya, saya sempat berpikir mungkin kembali istirahat semusim. Tapi, Persita peduli. Tentu senang. Manajemen Persita kembali membantu setelah sebelumnya merekrut saya untuk setengah musim tahun lalu,” jelas Leo.